Sunday, 25 September 2016

Siapakah Ahlussunnah Waljama'ah

Siapa Ahlussunnah waljama'ah?

   Yang pertama kata ahlu, secara bahasa berarti sahabat atau orang yang membela sekuat tenaga. Sunnah secara bahasa berarti jalan, secara istilah berarti segala sesuatu yang di nisbatkan kepada Rasul baik itu perbuatan, perkataan, diamnya secara riwayah atau dirayah, kenapa sunnah dipilih bukan al-Quran? Karena jika kita memagang sunnah pasti memagang al-Quran, adapun yang memegang al-Quran saja, ada yang menolak sunnah seperti quraniyun, inkarusunnah atau menolak sebagian seperti syiah dan muktazilah.

    Jama'ah berarti bersama, yang dimaksud disini adalah jamaatulhaq, mereka adalah sahabat Nabi dan yang berada dijalan mereka,  karena mereka murid langsung dari Nabi, dan mrmahami sunnah karena dibawah bimbingan Nabi, lalu secara langsung Nabi, lalu kenapa dikatakan jama'ah? Kenapa enggak dikatakan sahabat aja? Ya untuk menunjukan bahwa pemahaman mereka selalu menjadi mayoritas umat islam, dan Nabi pernah menjelaskan kalau umatnya tidak mungkin bersatu dalam kesesatan. Jadi kesimpulannya ahlussunnah wal jamaah secara istilah berarti orang-orang yang membela dan beramal dengan al-Quran dan sunnah sesuai dengan pemahaman sahabat Nabi dan murid-muridnya dan menjadi mayoritas umat islam sepanjang zaman.

Jadi salah satu cirinya adalah mayoritas, dari abad 4-14 yang menjadi mayoritas muslim adalah Asyary-Maturidy, ini bukan klaim, tapi begitulah sejarah, bukti? Mayoritas pusat keilmuan yang menjadi rujukan didunia, seperti al-Azhar, Fez, Qairawan, Syinqit, Damaskus, Demak, Deoband, Shahranfur, Nizhamiyah, dan mufti besar Usmany, Ayyubi, Mamalik, Aceh Darusalam, Mughal, dll. Bisa dilihat dari buku yang dijarkan dipusat keilmuan itu. Mengeluarkan Asyairah-Maturidiyah dari ASWAJA sama dengan mengatakan bahwa ASWAJA minoritas, dan ini tidak mungkin.

Tapi bagaimana dengan sebelum kedatangan imam Asyary? Maka dari itu ada qaidah dalam mazhab Asyairah, bahwa ASWAJA adalah yang beraqidah seperti qaidah-qaidah yang ditulis oleh imam Asyary-Maturidi walaupun tidak menisbatkan diri kepada keduanya, karena inti aqidah itu keyakinan, bukan penisbatan nama, sebagaimana kita ketahui kalau dalam ASWAJA mengharamkan taqlid pada ushul aqidah, jadi penisbatan pada dua imam ini hanya bentuk terimakasih kita pada beliau karena telah merumuskan aqidah islam secara benar dan lengkap dari bab ilmu, uluhiyat, risalat, samiyat, iman-kafir dan mengkonter yang tidak sesuai pemahaman salaf.

   Sebagai bukti diajarkan kitab aqidah tahawiyah dimadrasah bermazhab Asyairah, padahal imam Tahawi tidak menisbatkan dirinya kepada Asyary Maturidi. Ada juga yang tidak tahu bahwa dirinya bermazhab sama dengan Asyary-Maturidy karena salah paham terhadap kedua mazhab itu, mereka juga dianggap ASWAJA. Begitu juga sahabat dan salafusshaleh lainnya, semua dianggap ASWAJA, bahkan atas riwayat dari merekalah pemahaman mazhab Asyary-Maturidy, adapun yang menisbatkan diri kepada Asyary-Maturidy tapi bertentangan dengan kaidah-kaidahnya seperti ahbash dalam takfirnya maka mereka dianggap melenceng dari ASWAJA walaupun menisbatkan diri kepada Asyairah-Maturidiyah.

   Lalu bagaimana dengan kelompok-kelompok sekarang ini yang menisbatkan diri kepada mazhab sunny, seperti IM, tariqat sufiyah, NU, salafy, JT, Muhammadiyah, JI, ISIS, dll, Apakah mereka bermazhab sunny? cek aja satu-satu bagaimana aqidah mereka, nama bukan ukuran, tapi keyakinan dalam hati, sangat beda antara satu orang dengan orang lainnya, tapi hukum pukul rata akan menjadi suatu masalah.

~Ustaz Fauzan pelajar Damaskus Suriah~


Terimakasih Atas Kunjungan Anda!

Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close