Tuesday, 17 January 2017

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Ryamizard jadi Target Operasi Intelijen Pihak Asing



Ketegasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo banyak menuai dukungan dari rakyat Indonesia. Namun, sikap itu justru membuatnya “diserang” oleh jurnalis asing.

intelijen – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah menjadi target pihak asing karena dianggap menjadi penghalang bagi kepentingan dan dominasi pihak asing di Indonesia.


Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (16/01). Gatot dan Ryamizar mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi dan sangat berpihak kepada rakyat.


Menurut Muslim Arbi, “serangan” pihak asing itu dijalankan melalui tulisan-tulisan jurnalis asing. “Saat ini pejabat-pejabat yang dianggap berbahaya buat asing, diolok-olok oleh jurnalis asing. Dua pejabat yang diincar adalah Gatot Nurmantyo dan Ryamizard Riyacudu,” ungkap Muslim Arbi.


Muslim menilai, pihak asing khawatir dengan ketokohan Jenderal Gatot Nurmantyo yang lebih dekat kepada rakyat dan antiasing. “Pihak asing tidak suka jika pada saatnya Indonesia dipimpin Jenderal Gatot Nurmantyo. Nasionalisme Gatot yang tinggi, jadi hitungan,” papar Muslim.


Secara khusus, Muslim menyorot tulisan penulis asal Selandia Baru, John McBeth. Tulisan MCBeth yang bertajuk “Widodo, His Paranoid General and a ‘Rotting Situation’ in Indonesia” merupakan bagian dari skenario menjauhkan Panglima TNI dengan rakyat. “Tulisan John McBeth bagian propaganda untuk menjelekkan Panglima TNI di dunia internasional,” papar Muslim.


Dalam tulisan yang dimuat di South China Morning Post (15/01), McBeth menyebut Gatot sebagai “jenderal paranoid”.






McBeth juga menunjukkan ketidaksukaan terhadap Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu yang pernah menjabat KSAD era 2000-an. Dalam artikel itu, MCBeth menuliskan, Ryamizad mencurigai perwira Indonesia yang berlatih di luar negeri.

John McBeth, jurnalis asal Selandia Baru, menyebut panglima TNI sebagai “jenderal paranoid” di South China Morning Post. Artikel yang dirilis pada Ahad (15/1/2017) itu berjudul “Widodo, His Paranoid General and a ‘Rotting Situation’ in Indonesia.”


Baca juga:

Nasab Abuya Muda Waly al Khalidy
Penulis Sirah Nabi Pertama kali

Mengapa John McBeth menyebut Jenderal Gatot dengan sebutan jenderal paranoid? Penulis buku Reporter. Forty Years Covering Asia itu menyorot enam hal.


Pertama, ia menyebut teori konspirasi yang dikemukakan Jenderal Gatot sebagai sesuatu yang menggelikan.


Kedua, John McBeth menilai, TNI dibawah kepemimpinan Jenderal Gatot mundur bak menghadapi perang dingin yang paranoid terhadap Amerika Serikat dan Australia.


Ketiga, kecurigaan Jenderal Gatot bahwa pelatihan marinir AS di Australia Utara ada kaitannya dengan upaya pengambilalihan Papua.


Keempat, John McBeth menyebut Jenderal Gatot mencurigai sejumlah perwira yang mengikuti latihan di luar negeri terpengaruh dan menjadi agen asing.


Kelima, kecurigaan Jenderal Gatot bahwa kekuatan asing terlibat proxy war untuk melemahkan Indonesia.


Keenam, keputusan Jenderal Gatot menangguhkan kerjasama militer dengan Australia, baru-baru ini. Sikap terakhir ini, disebut John McBeth sebagai keputusan Gatot tanpa berkonsultasi dengan Presiden Jokowi.


Enter your email address:

Author-rights® by: QH

Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks
notifikasi
close